Program Studi Sains Atmosfer dan Keplanetan (SAK)

"Institut Teknologi Sumatera"

               

Hilal Belum Terlihat, ITERA Lakukan Pemantauan Selama 2 Hari


May 16th, 2018 | Posted by: sak


APS NEWS-Observatorium Astronomi ITERA Lampung (OAIL) menggelar pengamatan hilal awal Ramadhan 1439 H di pelataran Embung A Kampus ITERA, Selasa (15/5/2018). Ketua Panitia Kegiatan Pengamatan Hilal OAIL 2018 Robiatul Muztaba, S.Si., M.Si. menjelaskan pada pengamatan tersebut, bulan terlihat terbenam bersamaan dengan matahari. Tinggi hilal pada saat matahari terbenam juga masih berada pada posisi antara minus 1°36’ sampai minus 0°2’. Sedangkan sesuai kesepatakan Forum Menteri Antar Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS), kriteria minimal masuknya awal bulan dalam kalender Islam yaitu jika ketinggian hilal minimal 2°. “Karena sampai matahari terbenam hari ini hilal belum terlihat, pemantauan akan kita lakukan kembali pada Rabu tanggal 16 Mei 2018,” ujar Robiatul. Pemantaua hilal di Kampus ITERA dilakukan dengan menggunakan 7 teleskop barride dan dan 1 teleskop lunt engineering. Selain tim OAIL dan mahasiswa ITERA, pengamatan hilal juga diikuti tamu dan undangan dari BMKG Radin Intan Lampung, UPTD KPHK Tahura Wan Abdurrahman, perwakilan Kementerian Agama Kota Bandar Lampung, dan lainnya.
Sementara itu, sebelum dilaksanakan pemantauan hilal, dilakukan pula FGD Pemantauan Hilal di Aula ITERA. Menurut Kepala UPT OAIL Dr. Hakim Luthfi Malasan, M.Sc., kegiatan FGD dan Pemantauan Hilal dilaksanakan untuk memberikan pengetahuan kepada mahasiswa maupun masyarakat umum tentang apa itu hilal dan bagaimana pengamatan dilaksanakan sebagai salah satu pertimbangan dalam penetapan awal Ramadhan.
Hilal, ujar Dr. Hakim, adalah bulan sabit muda pertama yang dapat dilihat setelah terjadinya konjungsi (ijtimak, bulan baru) pada arah dekat matahari terbenam yang menjadi acuan permulaan bulan dalam kalender Islam. Penentuan awal hilal didasarkan pada hisab-rukyat yang terdiri dari dua mahzab yaitu wujudul hilal (sepenuhnya berdasarkan hisab) dan rukyatul hilal dimana pengamatan visual bulan sabit muda diperlukan sebagai pertimbangan. Forum Menteri Antar Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS) menyepakati kriteria minimal masuknya awal bulan dalam kalender Islam yaitu jika ketinggian hilal minimal 2 derajat.

Source : Elin Humas ITERA


Tinggalkan Komentar



Copyright © 2016 UPT TIK - Institut Teknologi Sumatera (ITERA)